PBAC: What do you hope from this class ?

PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR CETAK

ImagePengembangan Bahan Ajar Cetak adalah salah satu mata kuliah yang saya terima disemester ini. Pertama saya akan membahas sedikit tentang kejanggalan nama yang ada dalam mat kuliah ini. Pengembangan Bahan Ajar Cetak, seperti namanya “Bahan Ajar” tentu kita akan berpikiran bahwa dalam mata kuliah ini kita akan banyak berurusan dengan pembelajar atau guru. Karena “Bahan Ajar” memang pada hakikatnya adalah ditujukan untuk guru. Maka timbulah banyak pertanyaan, apa maksud dari bahan ajar itu? Seperti apakah bahan ajar itu?

Setelah memasuki perkuliahan pertama dosen yang bersangkutan Prof. Dr. B. P. Sitepu memberikan penjelasan kepada kami (mahasiswanya) bahwa ada sedikit kekeliruan dalam nama mata kuliah tersebut. Benar saja, selaku Teknolog Pendidikan yang berorientasi kepada siswa seharusnya kita lebih berkonsentrasi kepada pemelajar (peserta didik) bukan pembelajar (guru). Jadi Prof. Sitepu kembali meluruskan kami kalau nama mata kuliah ini yang benar adalah Pengembangan Bahan Belajar Cetak.

Mata kuliah ini akan membimbing mahasiswanya untuk berpikir sistemik dan sistematis seputar bahan belajar cetak. Mata kuliah inimembahas (menelaah secara dalam dan kritis) mengenai bahan belajar cetak. Mahasiswa akan diajak menganalisis kebutuhan dan sampai mengembangkan kurikulum menjadi naskah belajar.

Pada dasarnya mata kuliah ini membahas tentang bahan belajar yang fungsinya bagi pemelajar (peserta didik) sebagai salah satu sumber belajar dan bagi pembelajar (guru) sebagai salah satu sumber pembelajaran. Bahan belajar cetak dianggap perlu karena meskipun media elektronik berkembang pesat dan mulai banyak dipergunakan untuk kepentingan pembelajaran, media cetak masih tetap dipergunakan sebagai salah satu sumber utama dalam proses pembelajaran. Memfasilitasi belajar adalah bagaimana cara menumbuhkan kemauan si pembelajar berdasarkan kemauan dirinya sendiri (intrinsic).

Buku memiliki kelebihan praktis, ekonomis, dan dapat menjangkau banyak lapisan. Praktis; buku tidak memerlukan sarana penunjang lainnya untuk dapat digunakan. Dengan hanya bermodalkan bantuan cahaya kita sudah dapat membaca buku kapan pun dan dimana pun kita berada. Karena unsur kepraktisan inilah banyak orang yang dapat membaca buku meski mereka sedang berada ditengah-tengah perjalanan yang macet sekali pun. Buku juga ekonomis. Tidak memerlukan listrik, tidak memerlukan hardware pununjang lainnya seperti alat elektronik kebanyakan. Itulah sebabnya buku dapat menjangkau banyak lapisan masyarakat. Selain praktis dan ekonomis, pendistribusian buku pun jauh lebih mudah sehingga dapat dijangkau diberbagai lapisan masyarakat diberbagai daerah. Seperti halnya Negara kita Indonesia yang memiliki struktur geografis yang dipisahkan oleh lautan luas, dibatasi oleh gunung-gunung yang menjulang tinggi sehingga peralatan elektronik lebih sulit didistribusikan ke berbagai pelosok di negeri ini. Itulah sebabnya buku sangat diandalkan untuk dapat menyebar luaskan informasi ke berbagai pelosok negeri ini.

Selain memiliki banyak kelebihan, buku tetap memiliki kekurangan atau kelemahan. Kekurangan atau kelemahan buku diantaranya adalah monolog, statis. Monolog artinya adalah buku hanya dapat memenuhi komunikasi satu arah. Apabila pembaca ingin menyampaikan pertanyaan atau keluhan keluhan terhadap tulisan yang tertera dalam buku tersebut pembaca tidak dapat bertanya jawab secara lansung dengan penulis. Pembaca harus terlebih dahulu mengirim surat dan tentunya itu akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menerima balasan dari penulis. Selanjutnya buku juga bersifat statis. Untuk memperbaharui isi atau konten-konten dalam buku tersebut dibutuhkan produksi ulang yang membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Itulah sebabnya mengapa satu buku biasanya bertahan sangat lama. Karena untuk memperbaharuinya dibutuhkan penelitian, penulisan dan pemproduksian kembali. Serta ada yang berpendapat bahwa kalau tidak menarik buku akan membosankan, sehingga muncuk beberapa joke yang mengatakan kalau tidak bisa tidur bacalah buku agar kau merasa bosan dan tertidur. Hahahahha…

Memfasilitasi belajar adalah bagaimana cara menumbuhkan kemauan si pembelajar berdasarkan kemauan dirinya sendiri (intrinsic). Menurut saya sebagai mahasiswa Teknologi Pendidikan sangat indah rasanya apabila dapat membantu menumbuhkan rasa semangat belajar dalam diri individu. Buku adalah salah satu sumber belajar yang baik digunakan untuk setiap individu. Tujuan utama saya mengambil mata kuliah ini adalah karena saya memiliki harapan untuk dapat membuat model bahan belajar cetak, dapat menilai kriteria-kriteria bahan belajar cetak, serta dapat melakukan penelitian yang terkait bahan belajar cetak.

Dalam mata kuliah ini saya berharap dapat mengetahui serta memahami berbagai model bahan belajar cetak beserta karakteristiknya dan perbedaan yang dimiliki oleh setiap bahan belajar cetak yang ada. Setalah mengetahui model belajar cetak yang ada selanjutnya saya ingin berlatih bagaimana membuat model bahan belajar cetak beserta dengan kriteria-kriteria yang baik serta tepat bagi kalangan yang dituju.

Tidak hanya sampai pada membuat, namun saya juga berharap dapat lebih menelaah serta menilai kriteria-kriteria bahan belajar cetak dan mencari nilai plus dan minus dari bahan belajar cetak yang telah ada. Hal itu sangat bermanfaat selain dapat membantu saya untuk lebih memahami kriteria yang baik, hal itu juga dapat menjadi pedoman bagi saya untuk menciptakan bahan belajar yang baik sesuai dengan kriteria-kriteria yang tepat pula. Dan yang terakhir adalah memanfaatkan mata kuliah ini untuk dapat melakukan penelitian yang terkait bahan belajar cetak.

Point satu dan dua merupakan alasan utama sekaligus menjadi pengharapan terbeasar saya dalam mata kuliah ini. Selain dapat mengatahui berbagai model bahan belajar cetak saya juga berharap dapat membuat dan mengembangkan bahan belajar cetak sendiri sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada. Sebagai mahasiswa Teknologi Pendidikan yang memiliki peminatan (konsentrasi) di Teknologi Kinerja, ingin juga rasanya saya dapat membuat serta mengembangkan sendiri modul pelatihan yang sesuai, yang memberikan kenyamanan kepada pembacanya, serta yang akan menimbulkan semangat untuk terus belajar melalui bahan belajar cetak tersebut.

Demikianlah sepenggal cita-cita saya dalam mata kuliah ini. Memang tidaklah mudah dan butuh pengorbanan baik materi mau pun non materi. Namun dengan tekat dan kemauan untuk lerus belajar (lifelong learning) saya yakin tidak ada yang tidak bisa dikerjakan di dunia ini. Dan semoga saja dengan di ajar oleh Prof. Dr. B. P. Sitepu akan banyak inspirasi yang dapat saya serap darinya.

FORUM GROUP DISCUSSION IDP – FACEBOOK AS A LEARNING’S FACILITIES

A.      PENDAHULUAN

           1.     LATAR BELAKANG

Di era globalisasi ini penggunaan jejaring sosial sebagai media berinteraksi sudah menjadi gaya hidup hampir diseluruh lapisan masyarakat. Banyak manfaat yang dapat diambil dari pemanfaatan jejaring sosial, salah satunya adalah Facebook.

Popularitas facebook dikalangan remaja yang menjadi peserta didik menantang dunia pendidikan untuk menciptakan suatu inovasi dengan memanfaatkan jejaring sosial tersebut sebagai sarana pembelajaran. Bagaimana caranya? Di Universitas Negeri Jakarta tepatnya Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan telah memanfaatkan hal tersebut. Facebook yang selama ini lebih sering digunakan sebagai media komunikasi online bahkan untuk bermain, dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran online dalam mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan.

DIP (Difusi Inovasi Pendidikan) merupakan mata kuliah yang menggunakan metode blended learning dalam proses pembelajaran, yang artinya DIP tidak hanya bertatap muka di kelas tetapi ditambah dengan pembelajaran jarak jauh (secara online). DIP memanfaatkan facebook sebagai wadah untuk saling bertukar informasi, forum grup diskusi, dan sebagainya. Namun, muncul sebuah pertanyaan “Apakah Facebook merupakan inovasi dalam pembelajaran khususnya didalam mata kuliah ini?”

Oleh sebab itu, penulis melakukan survei terhadap forum group discussion IDP untuk mengetahui apakah jejaring social facebook merupakan sebuah inovasi atau tidak dengan mengacu pada teori Rogers dan Reigeluth.

             2.     PERTANYAAN SURVEI

“Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?” Kalau Anda jawab “YES”, atau “NO” atau “YES & NO”, berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.”

  • Hitung dan tabulasi berapa jumlah yang “ngoceh” (menjawab) serta berapa yang “bengong” (tdk menjawab)
  • Hitung dan tabulasi dari yang “nerocos” itu, berapa yang memilih “YES”, “NO”, dan “YES & NO”.
  • Kategorisasi/klasifikasi serta hitung frekuensinya.

              3.     TUJUAN DAN MANFAAT SURVEI

  • Menjelaskan seberapa besar respon mahasiswa terhadap Forum Group Discussion IDP di facebook melalui table atau grafik yang tersedia
  • Menganalisis pendapat mahasiswa apakah facebook termasuk inovasi atau tid

              4.     RESPONDEN SURVEI DAN TEKNIK SURVEI

Responden survei adalah 40 orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Difusi Inovasi Pendidikan di kelas Reguler pada semester 098. Teknik yang digunakan dalam melakukan survei yaitu pendataan terhadap jawaban mahasiswa yang di post melalui comment post facebook, kemudian memindahkannya dalam bentuk tabel dan grafik, menganalisis jawaban dengan mengkatagorikan/mengklasifikasikan pendapat, dan memberikan kesimpulan atas hasil survei yang didapat.

B. HASIL SURVEI

DATA KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM FORUM GROUP DISCUSSION IDP

Per Tanggal 24 Maret 2013 Pukul 16.30 WIB

Indicator

Jumlah Mhs

Persentase keaktifan

Indicator

Jumlah Mhs

Persentase keaktifan

Menjawab

21

52%

YES

5

12%

NO

4

10%

Tidak menjawab

19

48%

YES & NO

12

30%

Belum Jawab

19

48%

TOTAL

40

100%

TOTAL

40

100%

2  1

Tujuan dari pengunaan Forum Group Discussion IDP yang memanfaatkan teknologi jejaring sosial facebook ini adalah untuk memfasilitasi atau memberikan kesempatan lebih kepada mahasiswa yang mungkin tidak dapat mengutarakan pendapat atau pertanyaannya langsung diruang kelas karena berbagai faktor. Selain itu juga forum online ini dapat memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar agar tidak selalu terpaku kepada kegiatan belajar diruang kelas.

Apabila dilihat dari data keaktifan mahasiswa Teknologi Pendidikan semester 098 yang mengikuti mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan ini bias jadi sudah merupakan data yang cukup baik melihat cukup tingginya angka partisipasi mahasiswa dalam diskusi-diskusi yang diadakan. Faktor fasilitas internet yang belum bisa dinikmati dengan mudah oleh semua mahasiswa bisa jadi salah satu alasan yang melatarbelakangi mengapa tingkat keikut sertaan mahasiswa pada diskusi tersebut hanya mencapai 52%.

C. PEMBAHASAN

Dari data survei yang dihasilkan, terlihat bahwa 52% mahasiswa aktif dalam mengikuti Forum Group Discussion IDP tersebut. Ini membuktikan bahwa forum diskusi di facebook pada perkuliahan ini cukup menarik dan dapat menunjang proses belajar mahasiswa. Belum diketahui alasan yang pasti dari 48% mahasiswa yang belum mengikuti forum tersebut. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dari belum tersedianya koneksi internet atau memang belum ada kepedulian dari mahasiswa tersebut untuk bergabung pada forum.

Lalu, apakah facebook merupakan sebuah inovasi dalam perkuliahan Difusi Inovasi Pendidikan? Berikut tanggapan saya tentangnya.

Rogers menyatakan bahwa inovasi adalah “an idea, practice, or object perceived as new by the individual.” (suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggap/dirasa baru oleh individu). Dengan definisi ini maka kata perceived menjadi kata yang penting karena mungkin suatu ide, praktek atau benda akan dianggap sebagai inovasi bagi sebagian orang tetapi bagi sebagian lainnya tidak, tergantung apa yang dirasakan oleh individu terhadap ide, praktek atau benda tersebut. Inilah salah satu landasan teori yang digunakan oleh mahasiswa dalam menjawab pertanyaan yang disediakan. Dalam post comment yang dikemukakan, sebagian mahasiswa menjawab bahwa forum diskusi yang dilakukan pada mata kuliah DIP di facebook merupakan suatu inovasi karena dianggap sebagai sesuatu baru dalam proses pembelajaran. Namun ada pula yang menjawab bahwa forum diskusi tersebut bukan suatu hal yang baru dikarenakan sudah banyak mata kuliah yang menggunakan metode blended learning dalam berlangsungnya proses pembelajaran.

Teori kedua yang melandasi jawaban para mahasiswa yakni teori inovasi yang dikemukakan oleh Charless Reigeluth. Inovasi merupakan suatu proses perubahan secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam mencapai suatu tujuan tertentu dimana hal ini dilakukan untuk memperbaiki sistem yang telah ada sebelumnya dengan melibatkan berbagai aspek agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Disebabkan oleh teori inilah banyak mahasiswa yang mulai berbeda pendapat sehingga jawaban Yes, No, dan Yes&No menjadi lebih variatif. Diantara mahasiswa yang menjawab Yes&No berpendapat bahwa Forum Group IDP ini sebagai sesuatu yang dianggap baru namun tidak berkelanjutan (hanya sampai mata kuliah DIP selesai). Selain itu juga forum online yang memanfaatkan jejaring sosial facebook inipun belom dapat menyeluruh mencakup semua mahasiswa yang mengikuti matakuliah tersebut.

D. KESIMPULAN

Dengan adanya Forum Group Discussion IDP menunjukkan bahwa kini peran jejaring sosial bukan hanya untuk aktivitas online seperti chatting atau bermain semata. Jejaring sosial facebook kini sudah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu fasilitas yang menunjang proses belajar.

Apakah facebook dikatakan sebuah inovasi dalam pembelajaran? Semua tergantung bagaimana seseorang menanggapinya. Karena apabila diamati dari hasil survei yang telah dilakukan, dapat ditemukan berbagai jawaban yang berbeda-beda. Hal itu dikarenakan semua mahasiswa memiliki pengalaman dan kebutuhan belajarnya masing-masing. Dalam forum ini mereka juga dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat yang mereka yakini kebenarannya sehingga terciptalah beraneka ragam jawaban yang menarik yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan.

E. DAFTAR PUSTAKA

Roger, Everett M. 1995. Diffusion of Innovations Four Edition.New York: The Free Press

http://blog.tp.ac.id/analogi-model-elaborasi#ixzz1ngVc5HV9

http://facebook.com/groups/148808011944450

Anugerah Manusia dalam Teori Behavioristik

Anugerah Manusia dalam Teori Behavioristik – Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

Pada dasarnya manusia memiliki anugerah yang tak terkira harganya. Hanya saja kita sebagai manusia jarang mensyukuri anugerah tersebut. Teori Behavioristik meyakini empat anugerah unik manusia sehingga membuatnya berbeda dengan mahkluk yang lain. Empat anugerah manusia tersebut antara lain :

1. Self Awareness (Kesadaran Diri)

Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengambil jarak terhadap diri sendiri dan menelaah pemikiran, motif-motif, sejarah, naskah hidup, tindakan, maupun kebiasaan dan kecenderungan. Hal ini memungkinkan manusia untuk melepaskan kacamata diri. Kesadaran diri memungkinkan untuk melihat kacamata itu sendiri maupun melihat melaluinya. Ini memungkinkan manusia untuk menjadi sadar akan sejarah sosial dan psikis dari program-program yang ada dalam diri dan untuk memperluas celah antara rangsangan dan tanggapan.

2. Conscience (Hati Nurani)

Hati nurani menghubungkan manusia dengan kebijaksanaan jaman dan kebijaksanaan hati. Ini merupakan sistem pengarahan yang ada dalam jiwa manusia, yang memungkinkan manusia untuk memahami ketika manusia bertindak atau bahkan merenungkan sesuatu yang sejalan dengan prinsip. Ini juga memberi manusia pemahaman akan bakat-bakat khas dan misi manusia.

3. Independent Will (Kebebasan Berkehendak)

Kehendak bebas adalah kemampuan manusia untuk bertindak. Ini memberi manusia kekuatan untuk mengatasi paradigma-paradigma diri, untuk berenang melawan arus, untuk menulis kembali naskah hidupnya, untuk bertindak atas dasar prinsip dan bukannya bereaksi atas dasar emosi dan lingkungan sekitar. Sementara pengaruh-pengaruh genetis dan lingkungan boleh jadi amat kuat, pengaruh-pengaruh itu tidak dapat mengendalikan manusia. manusia tidak menjadi korban. manusia bukan merupakan produk masa lalunya. Manusia merupakan produk dari pilihan pilihannya. Manusia dapat memberi tanggapan (response-able)—mampu memberi tanggapan, mampu memilih diseberang suasana hati dan kecondongan-kecondongannya. Manusia memiliki kekuatan kehendak untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri, hati nurani, dan visi.

4. Creative Imagination (Imajinasi Kreatif)

Imajinasi kreatif adalah kemampuan untuk meneropong keadaan dimasa datang, untuk menciptakan sesuatu dibenak manusia, dan memecahkan soal secara sinergis. Ini adalah anugerah kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melihat dari diri sendiri dan orang lain secara berbeda dan lebih baik daripada saat ini. Ini memungkinkan seseorang untuk menulis pernyataan misi pribadi, menetapkan tujuan, atau merencanakan suatu pertemuan. Ini juga membuat seseorang semakin mampu memvisualisasikan diri yang sedang menghayati pernyataah misi pribadi, bahkan dalam lingkungan yang paling menantang, dan untuk menerapkan prinsip-prinsip dalam berbagai situasi baru secara efektif.

Dengan mengembangkan dan menggunakan empat anugerah tersebut, manusia akan terberdayakan dan memiliki konsep diri yang kuat, sehingga mampu membuat pilihan sikap dan tindakan yang bijaksana atas situasi atau stimulus yang ia diterima. Sebaliknya, orang yang mengabaikan dan membiarkan empat anugerah yang ia miliki tidak berkembang, sehingga perilaku dan pilihan sikapnya tidak efektif, sehingga ia mudah untuk dikendalikan oleh lingkungan, tekanan sosial atau suasana hatinya.

Berpikir Positif…

“A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees the opportunity in every difficulty.”

Winston Churchill quotes

“A positive attitude may not solve all your problems, but it will annoy enough people to make it worth the effort.”

Herm Albright quotes

Kita semua pasti ingin sukses. Namun, tidak bisa kita sangkal bahwa untuk meraih kesuksesan yang kita inginkan tidak selalu berjalan mulus dan tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dalam proses menuju kesuksesan kita, ada saja masalahnya. Bila kita menghadapi suatu masalah, ada dua pilihan, apakah kita akan berpikir negatif atau kita akan berpikir positif. Kalau kita berpikir negatif, kita akan menganggap masalah tersebut adalah suatu halangan sehingga kita tidak bisa meraih kesuksesan. Sedangkan kalau kita berpikir positif, kita akan menganggap bahwa masalah tersebut adalah suatu tantangan bagi kita.

Dengan berpikir positif banyak sekali keuntungan yang akan kita dapat dibandingkan bila kita berpikir negatif. Berpikir positif dapat membuat kita lebih rileks sehingga otak kita dapat berpikir dengan baik, lalu dapat mengambil keputusan yang tepat. Berpikir positif dapat membuat hati kita lebih damai, karena suasana hati kita ditentukan bagaimana kita berpikir. Kalau pikiran dan hati kita sudah positif, maka tindakan dan perkataan kita akan positif. Hasilnya? tentunya kita akan mendapat hasil yang terbaik.

Tindakan dan perkataan yang positif tidak hanya berguna bagi diri kita sendiri loh, tetapi juga bisa berguna bagi orang lain. Perkataan kita yang positif dapat membangkitkan semangat orang lain, hebat kan? hehe…

Kesehatan kita juga bisa dipengaruhi oleh pikiran kita, apakah positif atau negatif. Selalu berpikir negatif bisa membuat kita stress dan akhirnya jatuh sakit. Namun kalau kita sakit, tapi kita berpikir positif maka akan lebih cepat penyembuhannya.

So, mau pilih berpikir negatif atau positif ?

Saya sendiri juga masih terus belajar untuk berpikir positif. Yuk, kita sama-sama membiasakan diri untuk berpikir positif agar lama kelamaan menjadi kebiasaan dalam hidup kita sehari-hari. Berikut ini ada beberapa tips jitu agar kita bisa berpikir positif:

  • Melihat masalah sebagi tantangan,
  • biasakan untuk murah senyum,
  • mensyukuri apa yang kita miliki,
  • gunakan kata-kata yang positif,
  • bergaul dengan orang-orang yang positif,
  • rajin berolahraga (didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat),
  • pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide,
  • penuhi pikiran dengan anugerah Tuhan,
  • hidup disaat ini dan hadapi rasa takutmu.

Kalau kita mau, kita pasti bisa!

Bambang Pamungkas :[Official Website]:

Bambang Pamungkas :[Official Website]:.

Perdebatan Sengit

Sedikit mengulas ulang
PERDEBATAN SENGIT ….

WIKIPEDIA : Aku tau semuanya.

FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang.

GOOGLE : Aku punya semuanya.

MOZILLA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.

EXPLORER : Kan gue masih ada.

MOZILLA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja!

EXPLORER : Lo sih, ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri!

INTERNET : Udah-udah! Jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gue kalian semua gak bakalan
ada!

FACEBOOK : Huuu, yang paling sering dikunjungin kan gue, jadi gue yang terbaik.

YAHOO : Facebook, Inget, tanpa gue lo gak bisa buat Email!

GOOGLE : Yahoo, Gue juga bisa buat Email.

INTERNET : zzz… udah tau gue yg paling hebat😛

KOMPUTER : Gua Paling Dewa di sini.

PLN : Bacot lo semua! Gua matiin nih listriknya! :@

Benjamin Franklin : PLN Belagu lo, Emangnya siapa yang menemukan listrik?

***

Semua merasa hebat, padahal siapakah yang menciptakan itu semua?

Bahan renungan untuk kita semua untuk tidak merasa “PALING” dari yang lain…

♥~ Cukuplah seseorang dikatakan berilmu kalau ia merasa takut kepada Allah.
♥~ Cukuplah seseorang dikatakan bodoh kalau ia merasa angkuh dengan ilmunya.

PERJALANAN ARUS AIR

Sekumpulan kecil Arus Air turun dari ketinggian gunung, jauh di atas sana melalui sejumlah desa dan hutan, hingga ia mencapai Padang Pasir.

Arus Kecil itu lalu Berpikir,

“Aku telah Melewati Begitu Banyak Rintangan. Tentunya Tidak Ada Masalah Buat Aku Melintasi Padang Pasir Ini!”

Namun ketika ia memutuskan untuk Memulai Perjalanannya, ia menemukan dirinya menghilang secara perlahan-lahan ke dalam Padang Pasir.

Setelah mencoba berkali-kali, ia masih tetap menemukan dirinya yang menghilang dan merasa mangat sedih.

“Mungkin Ini Nasibku! Aku Tidak Memiliki Nasib Untuk Mencapai Lautan Luas Seperti Dalam Legenda,” ia menggerutu dan mengutuk dirinya.

Pada waktu itu, terdengar Suara yang dalam,

“Jika Awan Dapat Melewati Padang Pasir, Tentunya Sungai Juga Bisa.”

Kedengarannya seperti Suara PADANG PASIR.

Tidak begitu yakin, ARUS KECIL menjawab,

“Itu Karena Awan Dapat Terbang, Tapi Aku Tidak Bisa.”

“Itu Karena Kamu MELEKAT Pada Dirimu. Jika kamu Benar-benar Hendak MELEPASKANNNYA, dan biarkan Dirimu Menguap, maka ia akan Menyeberang, dan kamu akan Mencapai Tujuanmu,” kata Padang Pasir dengan Suara yang Dalam.

Arus Kecil Tidak Pernah Mendengar Hal Seperti Ini. “Melepaskan Diriku Sekarang dan Menghilang ke dalam Bentuk Awan?

Tidak! Tidak!”

Ia Tidak Dapat Menerima Gagasan demikian. Lagipula, ia tidak pernah mengalami hal demikian sebelumnya. Bukankah itu merupakan penghancuran diri untuk menyerah pada bentuk yang ia miliki sekarang?

“Bagaimana aku tahu bahwa saran ini benar adanya?” tanya arus kecil.

“Awan Dapat Membawa Dirinya Menyeberangi Padang Pasir dan Melepaskannya sebagai Hujan di Tempat yang Tepat. Hujan akan Membentuk Sungai Lagi untuk Meneruskan Perjalanannya,” demikian jawaban dari Padang Pasir dengan Sabar.

“Akankah aku masih seperti diriku sekarang?”  tanya arus kecil.

“Ya, dan tidak.

Apakah kamu sebagai Sungai atau Uap yang Tak Kasat Mata, HAKEKAT DIRI Kamu Tidak Akan Pernah Berubah. Kamu Melekat Pada Kenyataan bahwa Kamu adalah SUNGAI Karena Kamu Tidak Mengetahui Hakekat Diri Kamu,” jawab Padang Pasir.

Jauh di dalam sanubarinya, arus kecil teringat bahwa sebelum ia menjadi sungai, kemungkinan juga ia adalah awan yang membawa dirinya hingga ke atas gunung, di mana ia berubah menjadi hujan dan jatuh ke tanah dan menjadi dirinya sekarang ini.

Akhirnya Arus Kecil Mengumpulkan Keberaniannya dan Berlari ke dalam Rangkulan Awan yang Membawanya ke PERJALANAN HIDUP Berikutnya.

Perjalanan Hidup Kita seperti Halnya Pengalaman dari Arus Kecil. Jika Anda ingin Melewati Rintangan dalam Hidup Anda guna Mencapai TUJUAN dari KEBENARAN, KEBAJIKAN dan KEINDAHAN, Anda juga Harus Memiliki KEBIJAKSANAAN dan KEBERANIAN Untuk Melepaskan sifat ke-AKU-an (Kelekatan Pada Diri Anda).

Mungkin Anda Dapat Menanyakan Pertanyaan ini pada Diri Anda :

“Apakah Hakekat Diriku? Melekat pada Apakah Diriku ini? Dan Sebenarnya Apa yang Benar-benar Aku Inginkan? ”

ALLAH TIDAK AKAN BOSAN

Sahabat, Beramalah semaksimal mungkin yang Kau mampu,

karena Allah tidak akan bosan sebelum Kau bosan,

dan sesungguhnya amal yg paling dicintai Allah.

adalah amal yg kontinyu walaupun sedikit.

Jadi tetap semangat menjaga kontinuitas amal kita!

Jangan menganggap remeh walaupun sedikit!

%d blogger menyukai ini: