Sayapku patah, begitu aku mulai terbang melayang

Menggapai asa menembus awan yang digerayangi surya.

Sayapku patah, sesaat aku lepas landas

Menggapai mimpi nan indah, melesap dalam  pori-pori udara yang mengambang bebas.

Sayapku patah, sejenak setelah tegakku tuk melayang. Melanglang buana ke seantero raya. Jatuh, menggelepar di rerumputan.

Sayapku patah, ketika seorang tua melihatku. Terseok-seok di bawah dahan kayu rindang yang menyejukkan. Tersenyum getir, miris, dengan pandangan  penuh iba kepadaku.

Sayapku patah, perih menyakitkan. Menerbitkan lolongan ngilu yang memukul-mukul relung hatiku.

Sayapku masih saja patah, begitu malam sempurna menyapa. Sesaat setelah lembayung senja menyeruak di timur cakrawala. Menggigilkan tulang mungilku

Oh.. Sayapku sayang.