Tak pernah bertukar nama,

Tidak pernah juga bertegur sapa.

Namun, sekejap saja jiwa kita berjalinan.

Mencoba menikmati satir kesepian.

Dan bersepakat bahwa tiada hidup yang sempurna.

Tapi, kini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa jalan kita tak boleh lagi sama.

Lalu apa yang kau tawarkan lagi ?

Kita berhenti, diam sambil menghapus semua kenangan.

Atau kita nikmati saja ini rasa ?

Aku memilih menikmati ini semua.

Tapi jangan seluruhnya, tapi jangan sepenuhnya.

Apakah kau pernah bertanya pada hatimu, ini apa ?

Apa kau tahu, ini apa ?

Jangan kau jawab ini adalah cinta.

Jangan dulu.

Jangan pernah sebut ini cinta.

Karena bisa hanya semata fatamorgana.

Jangan juga tanya sampai kapan.

Karna siapa tahu besok kita akan terbangun layaknya setelah mimpi.

Kita akan lupakan yang telah kita lalui bersama.

Dan kita kembali tidak mengenal bahkan nama.