jenuh… kumenulis puisi-puisi cinta…

jenuhku mengenang satu nama…

jenuhku memuji dewa cinta…

jenuh… karna harap sudah musnah…

jenuh ku untai nada tentang rindu yang kian sirna ditelan ragu…

jenuh ku jenuh yang kian menyiksa….

kan ku hentikan puisi-puisi cinta…

ku musnahkan tiap kata pelukis rindu…

kan ku makamkan tiap rima yang ada…

di pemakanam yang takkan pernah ditemukan

kan kuberi pusara batu…

pusara batu yang hanya padas belaka

takkan kutaburi bunga…

takkan ku sirami air mata…

takkan kusebut namanya…

takkan kukenang dirinya…

kubiarkan ia berkabut duka…

dikubur tak bernama…